DENPASAR, lintasbali.com – Aksi kepedulian dan semangat gotong royong terus tumbuh di tengah antrean panjang pengisian bahan bakar minyak (BBM) di Kota Denpasar.
Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya Pemerintah Provinsi Bali dalam menjaga stabilitas dan kelancaran pelayanan publik, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Bali berkolaborasi dengan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Bali menyalurkan bantuan makanan dan minuman kepada petugas stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di sejumlah titik strategis, Jumat, 16 Oktober 2026.
Aksi sosial tersebut dipimpin oleh Ketua PHRI Bali sekaligus Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Bali, Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si., yang akrab disapa Cok Ace.
Cok Ace mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian nyata dari kalangan pariwisata dan kepemudaan terhadap kondisi yang dihadapi masyarakat, khususnya para petugas SPBU yang berada di garis depan pelayanan selama meningkatnya antrean BBM.
Menurutnya, penanganan persoalan pasokan dan kebijakan distribusi BBM merupakan kewenangan instansi terkait. Namun, di tengah situasi tersebut, dukungan dan kepedulian antarelemen masyarakat tetap diperlukan untuk menjaga suasana yang kondusif serta memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik.
“Untuk kebijakan, sudah ada pemangku kepentingan yang mengomunikasikan dan menanganinya. Kami, sebagai organisasi kepariwisataan dan kepemudaan, berupaya merespons kondisi di sekitar dengan saling mendukung. Bagaimanapun juga, Bali merupakan corong pariwisata Indonesia. Karena itu, kita harus bersama-sama menjaga Bali dan citra pariwisatanya,” tegas Cok Ace di Denpasar.
Selain menyalurkan bantuan konsumsi, Cok Ace juga mengimbau masyarakat Bali agar tetap menjaga kesehatan fisik dan mental selama menjalankan aktivitas, termasuk ketika harus mengantre BBM di SPBU.
Ia mengingatkan masyarakat untuk menyesuaikan aktivitas dengan kondisi tubuh dan tidak memaksakan diri apabila merasa lelah.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjalankan aktivitas sesuai kemampuan dan, yang paling utama, menjaga kesehatan diri. Ketika mengantre BBM di SPBU dan merasa lelah, sebaiknya beristirahat terlebih dahulu. Bagaimanapun, setiap orang yang paling memahami kondisi tubuhnya sendiri,” ujar Cok Ace.
Penyaluran makanan dan minuman tersebut mendapat sambutan positif dari para petugas SPBU yang harus bekerja ekstra untuk melayani masyarakat di tengah meningkatnya antrean kendaraan.
Salah seorang pegawai SPBU di kawasan Jalan Cokroaminoto, Denpasar, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan PHRI serta Gerakan Pramuka Bali.
“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Pramuka dan PHRI atas dukungan kepada kami, para pegawai yang hampir 24 jam bekerja melayani antrean BBM. Kami juga masyarakat biasa, tetapi saat ini mendapat amanah untuk membantu menyalurkan BBM di SPBU,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila selama proses pengisian BBM terdapat kekurangan atau pelayanan yang dirasakan kurang berkenan.
“Kami mohon maaf apabila ada pelayanan yang kurang berkenan. Mohon dipahami bahwa kami juga manusia biasa yang bisa merasa lelah. Mari kita bersama-sama menjalani situasi ini dengan bijak dan tidak saling menyalahkan. Biarlah para pimpinan mencari solusi, sementara kami di lapangan menjalankan tugas dan tanggung jawab pelayanan,” tuturnya.
Kolaborasi PHRI Bali dan Gerakan Pramuka Bali ini menjadi salah satu bentuk dukungan sosial bagi para petugas yang tetap menjalankan tugas pelayanan di tengah situasi antrean BBM.
Kepedulian tersebut sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara organisasi masyarakat, sektor pariwisata, pemerintah, dan para petugas pelayanan publik dalam menghadapi situasi yang berdampak pada aktivitas masyarakat.
Di tengah tantangan yang dihadapi, semangat gotong royong, saling menghargai, dan menjaga komunikasi yang baik menjadi hal penting agar situasi tetap kondusif. Dengan mengedepankan kepedulian dan kedewasaan bersama, Bali diharapkan dapat melewati tantangan ini tanpa mengabaikan kesehatan, kenyamanan, serta kepentingan masyarakat luas. (Rls)





