Business

PT Hatten Bali Tbk Percepat Ekspansi Nasional, Siapkan Babak Baru Pertumbuhan pada 2026

DENPASAR, lintasbali.com – PT Hatten Bali Tbk (IDX: WINE), produsen wine lokal pertama dan satu-satunya yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, hari ini menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Annual Public Expose di Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut, manajemen memaparkan kinerja Perseroan sepanjang tahun buku 2025, strategi pertumbuhan 2026, serta langkah-langkah ekspansi yang akan memperkuat posisi WINE di pasar nasional.

Untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp286 miliar dan laba bersih sebesar Rp40 miliar. Pencapaian ini didukung oleh berlanjutnya pemulihan sektor pariwisata Indonesia, khususnya Bali yang tetap menjadi pasar utama Perseroan.

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, Indonesia mencatat sekitar 15,38 juta kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2025, dengan Bali menerima 6,94 juta wisatawan asing atau lebih dari 45% dari total kunjungan nasional. Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan 16 juta hingga 17,6 juta kunjungan wisatawan mancanegara.

Perseroan meyakini tren positif tersebut akan terus mendukung pertumbuhan sektor perhotelan dan industri hospitality, yang menjadi fondasi utama saluran HoReCa (Hotel, Restaurant, Café) WINE dan berkontribusi sebesar 54% terhadap total pendapatan FY2025.

Perseroan memasuki tahun 2026 dengan kondisi keuangan yang sehat dan solid. Per 31 Desember 2025, total ekuitas mencapai Rp338 miliar, rasio utang terhadap ekuitas (Debt-to-Equity Ratio) membaik menjadi 34%, sementara rasio lancar (Current Ratio) tetap kuat pada level 255%.

Fundamental yang kokoh tersebut memberikan fleksibilitas bagi Perseroan untuk menangkap peluang pertumbuhan sekaligus menjaga disiplin keuangan dalam menjalankan strategi ekspansi jangka panjang.

Untuk tahun 2026, manajemen menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 5% yang akan didorong oleh sejumlah inisiatif strategis, antara lain perluasan jangkauan geografis, penguatan portofolio produk premium, serta pengembangan hubungan yang lebih erat dengan pelanggan dan mitra distribusi.

Salah satu tonggak penting tahun ini adalah pembukaan Cellardoor pertama Perseroan di Jakarta yang dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir Juni 2026. Kehadiran Cellardoor Jakarta akan menjadi fasilitas direct-to-consumer pertama WINE di luar Bali dan diharapkan meningkatkan visibilitas merek sekaligus memperluas akses konsumen terhadap produk-produk unggulan Perseroan di salah satu pasar terbesar di Indonesia.

Selain ekspansi jaringan, Perseroan juga tengah mempersiapkan peluncuran komersial sejumlah merek premium baru, termasuk Avara dan Ekko.

Menariknya, kedua produk tersebut telah memperoleh pengakuan internasional melalui penghargaan bergengsi di AWC Vienna 2025 bahkan sebelum resmi diluncurkan ke pasar. Manajemen meyakini kehadiran produk-produk baru tersebut akan memperkuat posisi premium WINE sekaligus memperluas daya tarik Perseroan di berbagai segmen konsumen.

WINE terus memperkuat jaringan distribusinya di seluruh Indonesia. Saat ini Perseroan melayani lebih dari 1.500 restoran, lebih dari 900 hotel, ratusan gerai ritel, serta jaringan sub-distributor yang terus berkembang di berbagai wilayah Indonesia.

Manajemen meyakini bahwa infrastruktur distribusi yang telah dibangun selama bertahun-tahun merupakan salah satu keunggulan kompetitif utama Perseroan dan menjadi fondasi penting untuk mempercepat pertumbuhan di luar Bali serta mewujudkan visi menjadi merek wine lokal terdepan di Indonesia.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, para pemegang saham menyetujui seluruh agenda yang diajukan Perseroan, antara lain:

Pengesahan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Tahun Buku 2025;  Penetapan penggunaan laba bersih Perseroan Tahun Buku 2025; Penetapan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi untuk Tahun Buku 2026.

Penunjukan Akuntan Publik dan/atau Kantor Akuntan Publik untuk mengaudit laporan keuangan Perseroan Tahun Buku 2026.

Sebagai bentuk apresiasi kepada pemegang saham, Perseroan menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp9.485.000.000 atau Rp3,5 per saham. Jumlah tersebut setara dengan 24% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk sebesar Rp39.522.555.676.

Sementara itu, sebesar Rp30.037.555.676 atau 76% dari laba bersih akan dibukukan sebagai laba ditahan guna mendukung kebutuhan pengembangan usaha dan ekspansi Perseroan di masa mendatang.

Berdasarkan harga penutupan saham WINE sebesar Rp146 per saham, dividen yang dibagikan mencerminkan dividend yield sekitar 2,4%.

“Lebih dari tiga dekade lalu, Hatten Wines didirikan dengan visi untuk membangun industri wine yang berkelanjutan dan berakar di Indonesia. Hari ini, kami memasuki fase pertumbuhan baru. Melalui peluncuran merek-merek premium baru, pembukaan Cellardoor Jakarta, serta ekspansi jaringan distribusi yang terus berlanjut, kami membawa wine Indonesia lebih dekat kepada konsumen di seluruh penjuru negeri sekaligus memperkuat fondasi bisnis kami untuk jangka panjang,” kata Direktur Utama PT Hatten Bali Tbk, Ida Bagus Rai Budarsa.

“Neraca keuangan kami tetap sehat, merek-merek kami terus memperoleh pengakuan baik di tingkat nasional maupun internasional, dan prospek jangka panjang sektor pariwisata serta konsumsi minuman premium di Indonesia tetap menjanjikan. Ke depan, fokus kami tetap pada pertumbuhan yang berkelanjutan, keunggulan operasional, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan,” pungkasnya. (Rls)

Post ADS 1