Business Kuliner News Seputar Bali

Rasakan Sensasi Wine Bertemu 3 Jenis Nasi Goreng, Gimana Rasanya Ya?

DENPASAR, lintasbali.com – Hatten Wines mengadakan acara unik berupa pairing antara nasi goreng dengan wine bertempat di The Cellardoor Hatten Wines, Jumat (30/4/2021).
Narasumber yang hadir adalah Kang Harnaz (Harry Nazarudin), penulis buku “Nasgor, Makanan Sejuta Mamat” yang baru diluncurkan tanggal 25 Maret 2021 lalu.
Kang Harnaz adalah moderator Komunitas Jalansutra, yang sebelumnya menulis buku “Kimia Kuliner” dan serial 100 Mak Nyus bersama Lidia Tanod dan alm Bondan Winarno. Meskipun pengalaman kulinernya lumayan banyak, Kang Harnaz justru ingin membahas nasi goreng dalam buku terbarunya.
“Melalui nasi goreng, saya ingin cerita kuliner Indonesia bisa menjangkau semua orang, bukan hanya kalangan foodies saja!,” kata Kang Harnaz.
Ternyata menurutnya, kisah menarik mengenai nasi goreng Indonesia cukup menarik dan beragam. Selain kisah nasi goreng dalam Serat Centhini, ada juga kisah mengenai ekspatriasi orang Belanda pada masa kemerdekaan, yang kemudian menginspirasi lagi “Geef Mij Maar Nasi Goreng” karya Wieteke van Dort. Ide memadankan nasi goreng dengan wine datang dari Kertawidyawati, Head of Hatten Education Center.
Sebelumnya, Hatten Wines sudah mengadakan berbagai acara wine pairing, dari gudeg sampai cokelat. Kali ini, giliran nasi goreng. “Padanan wine yang cocok dengan rempah nasi goreng membuktikan bahwa kuliner lokal juga cocok dengan Hatten Wine,” kata Kertawidyawati.
Dalam acara Nasgor-Wine Pairing, ada tiga nasi goreng yang dihadirkan: pertama adalah nasi goreng Tiarbah, mewakili “versi Jakarta” – sebuah nasgor yang sempat viral tahun 2020 lalu. Kemudian, ada Rumah Makan Bucu yang menyajikan nasgor ala Bali: nasi goreng pindang kecombrang dan nasi goreng kesune cekuh.
“Akan menarik melihat pairing yang terjadi, karena ketiga nasi goreng ini memiliki citarasa yang berbeda” kata Kang Harnaz.
Mengapa penting untuk melakukan pairing nasgor dengan wine? Nasi goreng tersedia hampir di seluruh restoran hotel di Indonesia, sehingga menemukan pairing yang pas akan membantu sommelier memilih wine yang cocok untuk hidangan ini.
Belum lagi, nasi goreng biasanya menjadi urutan pertama bagi para turis untuk berkenalan dengan kuliner Indonesia – mengapa tidak sekalian kenalan dengan wine lokalnya yang tak kalah sedap?
“Kami berharap industri wine lokal Bali bisa terus berkembang di dunia Food & Beverage Indonesia,” pungkas Kertawidyawati. (Rls)
BACA JUGA:  Pelaksanaan TMMD Diharap Tetap Kedepankan Protokol Kesehatan