Seputar Bali

Saat Nyepi, Beban Listrik di Bali Turun 45%.

Denpasar, Lintasbali.com – Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1942 yang jatuh pada hari Rabu (25/3) sudah dilalui masyarakat Bali dengan penuh hikmat ditengah suasana virus corona yang sedang melanda. Sekedar diketahui, saat puncak perayaan hari raya Nyepi terjadi penurunan beban listrik di pulau Bali sebesar 45%. Hal ini dikarenakan, masyarakat di seluruh Bali dengan penuh kesadaran tidak menghidupkan lampu dan otomatis listrik tidak teralirkan.

Suasana saat Nyepi, Rabu (25/3)

“Beban puncak saat Nyepi sebesar 542.6 MW (Megawatt) atau turun sebesar 45% dari beban puncak tertinggi Bali pada hari biasanya yang bisa mencapai 980.4 MW (Megawatt),” kata I Made Arya selaku Plt. Manajer Komunikasi PT. PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali.

Made Arya menjelaskan, penurunan beban puncak disebabkan oleh banyaknya kantor-kantor yang ditutup serta penerangan di rumah tangga yang mati total, terutama malam hari. Penggunaan listrik di hotel-hotel juga menurun penggunaannya hingga 25 persen.

I Made Arya, Plt. Manajer Komunikasi PT. PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali

Sebelum Nyepi pun pihaknya sudah bekerjasama dengan pecalang dan petugas keamanan terkait lainnya untuk selalu waspada di setiap daerah di Bali sehingga sampai hari ini setelah Nyepi tidak ada masalah yang terjadi khususnya yang berhubungan dengan kelistrikan. (Red/LB/Ariek)

BACA JUGA:  GERCEP; Menparekraf Tindaklanjuti Langsung Permintaan KADIN Bali
Post ADS 1



error: STOP!! Silahkan kontak redaksi Lintasbali.com untuk keperluan penggunaan berita!