Pariwisata & Budaya

Sabha Yowana Intaran Kite Festival Resmi Dibuka, 1000 Layangan Sukses Mengudara

DENPASAR, lintasbali.com – Sabha Yowana Intaran Traditional Kite Festival 2026 resmi dibuka pada Minggu, 14 Juni 2026 bertempat di Pantai Mertasari, Sanur Kauh, Denpasar Selatan. Festival ini menjadi salah satu agenda budaya masyarakat Sanur menghadirkan sekitar 1.000 layangan tradisional Bali dari berbagai peserta dan sekaa layangan.

Mengusung tema “Solah Mangan”, festival tahun ini menjadi ruang ekspresi sekaligus upaya pelestarian warisan budaya Bali melalui tiga kategori layangan tradisional yang dilombakan, yakni Bebean, Pecukan, dan Janggan. Ribuan peserta dan masyarakat diperkirakan turut menyaksikan kemeriahan festival yang berlangsung selama dua hari tersebut.

Ketua Sabha Yowana Intaran, Ida Bagus Agung Wasista Wikananda, mengatakan bahwa festival ini merupakan bentuk komitmen generasi muda dalam menjaga keberlangsungan tradisi layangan Bali yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Melalui Sabha Yowana Intaran Traditional Kite Festival 2026, kami ingin menghadirkan ruang bagi generasi muda untuk terus melestarikan budaya Bali. Tema ‘Solah Mangan’ kami angkat sebagai refleksi kehidupan masyarakat Bali yang tidak terlepas dari alam, kerja keras, kebersamaan, dan rasa syukur atas anugerah yang diberikan. Festival ini bukan hanya perlombaan, tetapi juga perayaan identitas budaya yang harus terus dijaga bersama,” ujar Ida Bagus Agung Wasista Wikananda.

Ia menambahkan, antusiasme peserta yang terus meningkat dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa budaya layangan tradisional Bali tetap hidup dan mendapat tempat di hati masyarakat, khususnya generasi muda.

Sementara itu, Ketua Panitia Sabha Yowana Intaran Traditional Kite Festival 2026, Wayan Adit Murdita, menyampaikan bahwa panitia telah mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan secara maksimal guna memastikan festival berjalan lancar, aman, dan memberikan pengalaman terbaik bagi peserta maupun pengunjung.

“Tahun ini sebanyak 1.000 layangan tradisional Bali sudah mendaftar selama dua hari pelaksanaan. Kehadiran layangan Bebean, Pecukan, dan Janggan tidak hanya menampilkan keindahan visual, tetapi juga memperlihatkan kekayaan seni, kreativitas, serta semangat sportivitas para peserta. Kami berharap festival ini mampu menjadi ajang silaturahmi, pelestarian budaya, sekaligus daya tarik wisata budaya bagi Sanur dan Kota Denpasar,” kata Wayan Adit Murdita.

Pantai Mertasari dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena memiliki karakteristik area terbuka yang ideal untuk penerbangan layangan tradisional Bali. Selain menjadi arena kompetisi, festival ini juga diharapkan mampu memperkuat posisi Sanur sebagai destinasi wisata budaya yang terus menghadirkan berbagai kegiatan berbasis tradisi dan kearifan lokal.

Dengan mengusung semangat kebersamaan melalui tema “Solah Mangan”, Sabha Yowana Intaran berharap festival ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mencintai, menjaga, dan mengembangkan budaya Bali di tengah perkembangan zaman.

Sabha Yowana Intaran merupakan wadah generasi muda di Desa Adat Intaran yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial, budaya, dan kepemudaan. Melalui penyelenggaraan Traditional Kite Festival, Sabha Yowana Intaran berkomitmen menjaga eksistensi budaya layangan tradisional Bali sebagai warisan yang memiliki nilai seni, filosofi, dan identitas budaya yang kuat. (LB/Arie)

Post ADS 1