Destinasi

Sambut Libur Panjang, Pelaku Pariwisata Optimis Pergerakan Pariwisata Bali

GIANYAR, lintasbali.com – Menyambut libur panjang Kamis hingga Minggu pekan ini, sektor perhotelan di Bali mencatat pergerakan tingkat hunian yang masih fluktuatif. Berdasarkan analisa sementara dari pihak hotel, pola pemesanan wisatawan saat ini didominasi oleh tren reservasi mendadak atau last minute booking.

Ketut Warasana, General Manager Purana Boutique Resort dan Purana Suite Ubud menyampaikan optimisme terhadap pergerakan pariwisata Bali selama periode libur panjang Kamis hingga Minggu pekan ini.

Ia menyebut, berdasarkan data reservasi yang telah masuk, tingkat hunian hotel dan vila menunjukkan tren peningkatan signifikan, khususnya untuk kawasan wisata unggulan.

Menurut Ketut Warasana, tingkat hunian mulai mengalami peningkatan pasca kondisi perlambatan yang terjadi pada Februari lalu. Saat ini, okupansi untuk periode Mei hingga Agustus 2026 telah berada pada kisaran 70 hingga 90 persen.

“Peningkatan okupansi mulai terasa setelah periode Februari kemarin. Untuk bulan Mei sampai Agustus, tingkat hunian hotel dan vila sudah mencapai 70–90 persen,” ujarnya, pada Rabu, 13 Mei 2026.

Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, kunjungan wisatawan tahun ini masih mengalami penurunan. Faktor global dan dinamika perjalanan internasional disebut turut memengaruhi pergerakan wisatawan ke Bali.

Dari sisi pasar wisatawan mancanegara, reservasi masih didominasi wisatawan asal Eropa Timur, Australia, serta pasar Asia seperti India, China, dan Korea Selatan. Pasar-pasar tersebut dinilai masih menjadi kontributor utama sektor akomodasi di Bali selama musim liburan. Sementara itu, tren wisatawan domestik juga menunjukkan perkembangan positif.

Ketut Warasana menyebutkan adanya peningkatan kunjungan wisatawan nusantara dibandingkan bulan sebelumnya, terutama menjelang momentum libur panjang akhir pekan.

Untuk destinasi favorit, kawasan Ubud diprediksi masih menjadi tujuan utama wisatawan selama periode liburan kali ini. Selain itu, destinasi wisata bahari seperti Nusa Penida dan Gili Islands juga diperkirakan akan dipadati wisatawan domestik maupun mancanegara.

Dengan tren reservasi yang terus meningkat, pelaku industri pariwisata berharap momentum libur panjang ini dapat memberikan dorongan positif bagi pemulihan sektor pariwisata Bali sepanjang 2026. (LB)

Post ADS 1