Event News Pariwisata & Budaya

Segera ! KICKOFF Pendampingan SDM di 67 Desa Wisata seluruh Indonesia

JAKARTA, lintasbali.com – Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf RI kembali melanjutkan progress pengembangan desa wisata sesuai RIPJMN RI 2020-2024 dengan melaksanakan Diskusi Kelompok Terpumpun “Petunjuk Teknis Pendampingan SDM Desa Wisata” bertempat di Avenzel Hotel and Convention Bekasi, 07-09 April 2021.

Deputi Sumber Daya dan Kelembagaan Dr. Wisnu Bawa Tarunajaya

Ketut Swabawa yang hadir mewakili DPP Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) saat dihubungi melalui sambungan telepon menyebutkan bahwa kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari workshop pendataan, SWOT analysis dan penyusunan rencana aksi desa wisata yang dilaksanakan pada 24-27 Maret 2021 lalu di Atria Hotel Serpong.

Dalam sambutan pembukaan, Deputi Sumber Daya dan Kelembagaan Dr. Wisnu Bawa Tarunajaya menjelaskan tiga target kegiatan. Pertama, disepakati petunjuk teknisnya, Kedua penentuan pendamping tiap desa dan ketiga adalah time frame-nya.

“Setelah ketiga target ini tuntas kita segera Kick Off dengan terjunkan para pendamping yang terdiri dari 14 komunitas berbagai bidang serta 20 perguruan tinggi se-Indonesia”, kata Wisnu Bawa Tarunajaya.

Wisnu Bawa menambahkan, pendamping ditentukan berdasar kompetensi yang dimiliki serta lokasi daerah asal yang match dengan kebutuhan dan lokasi desa wisata itu sendiri. “Jadi kita bisa efisiensi biaya dan lebih memberdayakan potensi SDM lokal tanpa mengabaikan kualitas,” jelasnya.

Ditambahkannya pula bahwa Kemenparekraf sangat concern terhadap SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam menghadapi era baru kedepannya. Kolaborasi dengan komunitas dan perguruan tinggi dikedepankan untuk persamaan persepsi terhadap program yang aplikatif dan bermanfaat di industri dan masyarakat.

Wisnu Bawa Tarunajaya menekankan, SDM memegang peranan penting dalam pengelolaan kepariwisataan, karena dengan kompetensinya dapat meningkatkan inovasi, adaptasi dan kreatifitas termasuk melalui kolaborasi dengan berbagai pihak terkait dalam spirit saling dukung dan menguatkan. 5 destinasi super prioritas dan Bali sebagai international tourism hub di Indonesia menjadi perhatian utama pemerintah pusat dalam recovery pasca pandemi.

BACA JUGA:  Amankan Kunjungan Wapres RI, Kodam IX/Udayana Gelar Apel Pasukan

Sementara itu, Swabawa mengabarkan bahwa dalam acara tersebut juga dilaksanakan rapat koordinasi membahas buku “Best Practices Mengembangkan Desa Wisata Melalui Konsep 9P” untuk memudahkan bagi pengelola desa wisata dalam melakukan pengembangan.

K. Swabawa, CHA, Sekretaris Wilayah DPD MASATA Bali

“Momentum ini kita manfaatkan untuk membangun desa wisata yang berkualitas dan mengedepankan kearifan lokal, memiliki standar yang jelas dan mampu mewujudkan pelestarian alam dan budaya nusantara sebagai upaya menuju quality tourism berbasis masyarakat di Indonesia. Sehingga bisa memberi manfaat ekonomi yang berkelanjutan pula serta menumbuhkembangkan ekonomi kreatif di daerah untuk kesejahteraan masyarakat pedesaan,” kata Swabawa, Sekretaris Wilayah DPD MASATA Bali dan juga Ketua Pokja Pengembangan Desa Wisata Nasional DPP MASATA.

Beberapa komunitas dan perguruan tinggi yang menjadi mitra Kemenparekraf dalam program ini diantaranya MASATA, ASIDEWI, AELI, Desa Wisata Institute, Berbangsa Fondation, CAVENTER Indonesia, IVENDO, IHGMA, ASPPI, Poltekpar Bali, PIB, Politeknik Sahid, UNJ, Poltekpar Medan, Poltekpar Lombok, dan lainnya. (SW)