DENPASAR, lintasbali.com – SMP Negeri 9 Denpasar terus menunjukkan komitmennya dalam membangun karakter dan literasi keuangan peserta didik melalui program SIRAMEN (Siswa Rabu Menabung) yang kini resmi diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah.
Program ini merupakan pengembangan dari kegiatan Simpanan Pelajar (Simpel) yang sebelumnya dijalankan dalam rangka mendukung Program KEJAR (Satu Rekening Satu Pelajar) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Jika pada awalnya program Simpel lebih banyak dimanfaatkan sebagai salah satu persyaratan dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), SMP Negeri 9 Denpasar melihat potensi yang lebih besar untuk menanamkan budaya menabung sejak dini.
Melalui inovasi SIRAMEN, sekolah tidak hanya mendorong siswa memiliki rekening tabungan, tetapi juga membangun kebiasaan mengelola keuangan secara konsisten dan bertanggung jawab.
Sebagai bentuk keseriusan dalam implementasinya, SMP Negeri 9 Denpasar memasukkan SIRAMEN ke dalam kurikulum sekolah dengan alokasi waktu 1 Jam Pelajaran (JP) setiap hari Rabu pagi.
Seluruh siswa dikumpulkan di lapangan sekolah untuk mengikuti kegiatan sosialisasi, edukasi literasi keuangan, serta pelaksanaan menabung secara rutin.
Selain kegiatan terpusat setiap Rabu, budaya menabung juga diterapkan di masing-masing kelas dengan melibatkan ketua kelas dan Ni Made Suryathi, S.Pd.B sebagai koordinator program.
Saat ini seluruh siswa SMP Negeri 9 Denpasar yang berjumlah 1.070 orang telah memiliki tabungan dan secara aktif mengikuti program menabung setiap pekan.
Kepala SMP Negeri 9 Denpasar, Andromeda Ken Prabuhening, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa program SIRAMEN lahir dari keinginan sekolah untuk menjadikan menabung sebagai budaya yang melekat dalam kehidupan peserta didik.
“Kami melihat bahwa literasi keuangan merupakan keterampilan hidup yang sangat penting bagi generasi muda. Karena itu, kami tidak ingin program menabung hanya menjadi formalitas kepemilikan rekening atau sekadar memenuhi persyaratan administrasi. Melalui SIRAMEN yang kami integrasikan ke dalam kurikulum, kami ingin membentuk kebiasaan positif agar siswa gemar menabung, mampu mengelola keuangan dengan bijak, serta memiliki perencanaan keuangan sejak usia dini,” ujar Andromeda Ken Prabuhening saat ditemui pada Senin, 8 Juni 2026.
Komitmen dan inovasi SMP Negeri 9 Denpasar dalam mendukung Program KEJAR mendapatkan apresiasi dari OJK Provinsi Bali. Sekolah ini berhasil meraih penghargaan sebagai salah satu pelaksana terbaik Program KEJAR di Bali.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Bali sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan sekolah dalam meningkatkan inklusi dan literasi keuangan di kalangan pelajar.
Program KEJAR (Satu Rekening Satu Pelajar) merupakan inisiatif strategis OJK untuk menanamkan budaya menabung sejak dini kepada generasi muda. Di Provinsi Bali, program ini juga menjadi salah satu prioritas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dalam upaya memperluas akses layanan keuangan kepada masyarakat, khususnya pelajar.
Melalui SIRAMEN, SMP Negeri 9 Denpasar membuktikan bahwa pendidikan karakter dan literasi keuangan dapat berjalan beriringan dalam proses pembelajaran. Program ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya dalam menciptakan generasi muda yang cerdas, disiplin, dan memiliki kesadaran finansial yang kuat sejak bangku sekolah. (LB/Ari)





