Situs Batu Berbentuk Balok di Desa Tinggar Sari Masih Dijaga dan Dilestarikan

Share

BULELENG, lintasbali.com – Temuan benda-benda purbakala yang ada di lingkungan areal Pura Batur Gangsian, Desa Tinggar Sari Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, masih dilestarikan dalam bentuk balok-balok batu.

Sampai saat ini Desa Tinggar Sari masih menjaga kesakralan balok-balok batu berukuran panjang dua meter dan diameter 50 centimeter. Tata letak batu balok tersebut ditata secara rapi, susunannya berundak-undak, dan terpasang vertikal-horizontal.

“Batu-batu balok berundak ini mempunyai nilai-nilai sejarah di Bali Utara,” ujar Sekretaris Desa di Desa Tinggar Sari, Kadek Oka Armadika, dikonfirmasi Media Bali melalui selulernya, Rabu (28/4) kemarin.

Diduga batu balok panjang yang terpasang berundak dan membentuk perbukitan sudah sering dihaturkan canang atau sesajen, tujuannya untuk menjaga kesakralannya. Batu berundak lainnya dibalut kain hitam putih, putih kuning, selain itu ada yang tertutupi oleh tanah dan rerumputan.

“Jadi Pura dan situs bebatuan turut dijadikan lokasi tempat suci dan dilambangkan sebagai dewa kemakmuran rejeki bagi masyarakat,” imbuhnya.

Konon di lahan seluas hampir empat hektar di dekat areal Pura, balok-balok dimaksud diduga berasal dari zaman purbakala. Batu-batu balok berundak pun diperkirakan merupakan karya atas tangan manusia di jamannya, sebab bentuknya sejenis dan berada di satu titik temuan yang sama.

“Batu berundak ini tanpa perekat atau lem, bahkan batu-batuan di jamannya seperti sudah ada yang menyusun dan jika muncul secara alami sulit dilakukan karena balok dimaksud terbuat dari batu-batuan yang cukup berat,” kata Armadika.

Salah satu peninggalan manusia di masa lalu berupa batu-batuan balok, bisa saja akan digunakan untuk membuat tempat tinggal atau ibadah di jamannya.

“Sejauh ini kami berharap ada peneliti sejarah dan arkeolog yang meneliti keberadaan bebatuan balok di areal lingkungan Pura Batur Gangsian. Sehingga jika ada kajian yang dihasilkan minimal menjadi gambaran sekaligus catatan sejarah terhadap desa kami,” tandasnya.

BACA JUGA:  Gubernur Bali Akui Pariwisata Terpuruk akibat Pandemi

Di Desa Tinggar Sari pun warga menjaga objek wisata air terjun dan alam di sekitarnya supaya tetap lestari dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat ke depannya.

Warga juga mengembangkan potensi kopi, kuliner, dan budaya. Setiap masyarakat atau wisatawan yang ingin mengetahui perkembangan lebih lanjut dari Desa Tinggar Sari dapat menyimak di website; http://tinggarsari.com/. (Rls)

error: STOP!! Silahkan kontak redaksi Lintasbali.com untuk keperluan penggunaan berita!