News Pendidikan Profil

Sosok Prof. Simon Sabon Ola, Calon Rektor UNDANA

DENPASAR, lintasbali.com – Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si, Ph.D akan mengakhiri masa tugasnya pada 5 Desember 2021 mendatang.

Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si, Ph.D sudah dua kali periode menjabat sebagai Rektor di Universitas pertama di NTT ini.

Calon penggantinya yang sudah mendaftarkan diri yaitu Prof. Dr. Simon Sabon Ola, S.Pd, M.Hum yang sebelumnya telah menyelesaikan pendidikan S2 dan S3 Universitas Udayana Bali.

Prof. Dr. Simon Sabon Ola, S.Pd, M.Hum

Prof. Dr. Simon Sabon Ola, S.Pd, M.Hum saat ditemui di Denpasar Kamis 5 Agustus 2021 mengatakan dirinya sangat siap mengikuti proses pemilihan Rektor Undana yang baru.

“Saya sangat siap. Undana bersiap menuju Universitas Berkelas Dunia,” tegas Simon Sabon Ola.

Akhir Juli 2021 lalu, Webometrics, sebuah lembaga pemeringkatan perguruan tinggi dunia yang bekedudukan di Spanyol, merilis hasil penilaiannya terhadap website sekitar 300.000 perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh dunia.

Simon Sabon Ola, lahir di Desa Lamawolo, Kecamatan Ile Boleng, Pulau Asonara, Flores Timur,   22 Maret 1965.

Dia merupakan anak ke-6 dari Lukas Payong Dore (alm) dan Maria Letek Sabon (almh). Menikah dengan Filomena Wilhelmina Abuk Berek, S.Pd. (alm) yang dikarunia 3 orang anak yaitu dr. Romario Vianney Wewang Geroda Langowuyo, S.Ked., Thomas  Ardian Payong Dore Langowuyo, dan Aurelia Agustina Uba Beren Langowuyo.

Simon Sabon Ola menamatkan pendidikan Sekolah Dasar Kristen (SDK) Lamawolo tahun 1976, SMP PGRI Gelekat Lewo tahun 1981, SPG Suryamandala-Waiwerang tahun 1984.

Kuliah program sarjana (S1) pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesiai FKIP Undana, tamat taun 1990; S2 Linguistik pada PPs Universitas Udayana, tamat tahun 1997.

BACA JUGA:  Bali Fashion Trend, Ajang Fashion Terbesar Di Bali Siap Digelar

Program Doktor Linguistik Universitas Udayana, tamat tahun 2005 dengan disertasi berjudul: “Tuturan Ritual dalam Konteks Perubahan Budaya pada Kelompok Etnik Lamaholot di Pulau Adonara, Flores Timur”.

Sejak tahun 1989 mengajar pada berbagai SMP, SMA, dan SMK di Kota Kupang. Tahun 1992 diangkat sebagai dosen pada FKIP undana.

Sejak tahun 1997 mengajar pada sejumlah perguruan tinggi, antara lain: Unwira Kupang, Universitas Muhammadiyah Kupang, dan Universitas PGRI NTT.

Pernah menjadi dosen tamu di Universitas Flores, Ende (2010—2011), Universitas Warmadewa (2016—2017), Institut Keguruan dan Teknologi (IKTL) Larantuka.

Tahun 2011, Simon Sabon Ola dikukuhkan dalam jabatan fungsional Guru Besar bidang Sosiolinguistik dengan pangkat/golongan terakhir Pembina Utama Madya, IV/d.

Simon Sabon Ola juga pernah menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Undana (2014—2018).

Tidak kurang dari 40 artikel ilmiah telah dihasilkan dan dipublikasikan di berbagai jurnal, baik lokal nasional (terakreditasi), maupun internasional, di samping puluhan makalah yang telah dipresentasikan dalam berbagai pertemuan ilmiah nasional dan internasional bidang linguistik dan bidang budaya.

Kini Simon Sabon Ola aktif melakukan penelitian budaya dan linguistik lintas-bidang. Buku yang dihasilkan: Sosiolinguistik, dan Linguistik Historis Komparatif (bersama Fredy Maunareng). (*)