TERKESAN SEMBRAWUT, PLN MULAI RANCANG KABEL TANAH

Share

DENPASAR, lintasbali – Tata kelola dan penataan kabel listrik di wilayah perkotaan Denpasar mendapat perhatian PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Unit Induk Distribusi Bali, di mana bila penempatan kabel di bawah tanah tentunya bisa mencegah kesembrawutan antar tiang dan kabel listrik di sepanjang jalan umum.

Manager Humas PLN UID Bali I Made Arya mengatakan bahwa instalasi jenis kabel PLN tentu berbeda dengan kabel telepon yang ada di pinggir jalan sepanjang Kota Denpasar, jika kabel listrik atau electrical cable sebagai media menghantarkan listrik, maka kabelnya khusus dengan ukuran bentuknya lebih besar dan terpilin.

I Made Arya, Manajer Komunikasi PT. PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali

Selain itu, untuk kabel ada isolasi sebagai bahan pembungkus penghantar yang terbuat dari bahan karet atau plastik untuk pengaman, lalu konduktor dibuat dari bahan tembaga atau aluminium yang digunakan sebagai penghantar arus listrik.

“PLN UID Bali tetap memperhatikan kabel-kabel melintang di jalan dengan pengecekan langsung rutin sehingga meminimalisir kendala kerusakan sebagai penyebab terjadinya gangguan, untuk kabel bawah tanah ada rencana demikian kedepannya namun bangunan di perkotaan lebih dahulu ada sebelum instalasi listrik, sehingga mempersulit kami untuk melakukan pemasangan kabel bawah tanah, sementara ini metodenya masih konvensional yaitu dengan menggunakan penunjang tiang listrik,” ujar Made Arya dikonfrimasi, Senin (25/1) kemarin.

PLN menjadi ujung tombak penyuplai tenaga listrik di Kota Denpasar, dan Bali umumnya, dalam perkembangan ke depan tentu kabel dibawah tanah akan menjaga kerapian dan menghindari kesan semrawut di tengah kota yang semakin padat penduduknya.

“Kalau ke depannya pasti akan berkembang di mana kabel listrik yang menggantung dan berada di atas tiang bisa diminimalisir. Namun demikian, semua suplai energi listrik lewat kabel bawah tanah itu tidak langsung bisa seketika dilakukan karena harus ada kajian dan penelitian melihat situasi padatnya bangunan, transmisi listrik, iklim, dampak lingkungan sekitar, dan kebutuhan teknis, guna menunjang pemasangan kabel listrik bawah tanah,” demikian Made Arya. (DK)

BACA JUGA:  ADHYĀYA BUDAYA BALI #2 LELUHUR ORANG BALI ADALAH EVENT ORGANIZER (EO) HEBAT
error: STOP!! Silahkan kontak redaksi Lintasbali.com untuk keperluan penggunaan berita!