BULELENG, lintasbali.com – Pada Sabtu, 18 April 2026 menjadi momen penuh makna bagi warga Banjar Munduk Lampah. Dengan semangat “berbuat dan berbagi,” kegiatan bantuan kemanusiaan dilaksanakan bersama Kepala Dusun Munduk Lampah, I Wayan Arisana, yang turut mendampingi langsung penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Bantuan yang diberikan merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang peduli terhadap kondisi sosial masyarakat setempat. Sebanyak 10 paket sembako disalurkan dari Bli Ceblok beserta istri, kemudian 10 potong baju baru serta 1 unit kursi roda disumbangkan oleh Garda Law Office.
Bantuan ini ditujukan kepada warga yang masuk dalam kategori membutuhkan, di antaranya Sukra, Me Tetup, Me Santring, Nulitri, Dugdug, Tiasa, Media, Me Buncing, Nang Tambun, dan I Geloh. Khusus untuk bantuan kursi roda, diberikan kepada Nik Me Buncing yang sangat memerlukannya untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung kepada masyarakat dan dipusatkan di tiga lokasi, yaitu Subak Gambih, Subak Ngalawan, dan Subak Tiblun.
Kegiatan ini juga didampingi oleh Tim Creative MSP bersama Bonal Kadek Riyan Agung Yully, yang turut membantu kelancaran acara serta dokumentasi kegiatan.
Dalam kegiatan tersebut, tim juga menemukan beberapa kondisi warga yang memerlukan perhatian lebih lanjut.
Salah satunya adalah rumah Kaki Mangku Tambun di wilayah Gambih yang mengalami kerusakan parah akibat longsor sejak dua tahun lalu. Dinding rumah yang bolong hingga kini belum mendapatkan penanganan.
Kaki Mangku Tambun berharap adanya bantuan dari pemerintah, dan Kepala Dusun Munduk Lampah telah melakukan dokumentasi untuk dilaporkan kepada pihak terkait.
Selain itu, tim juga menemukan Kaki Sukra yang memilih tinggal dan tidur di sebuah bada sampi (kandang sapi) di kawasan hutan. Meskipun keluarganya masih memberikan perhatian, kondisi ini menjadi perhatian serius.
Melalui pendekatan persuasif bersama Kepala Dusun, akhirnya Kaki Sukra bersedia untuk membuat KTP agar dapat mengakses program jaring pengaman sosial secara maksimal.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk penyaluran bantuan, tetapi juga membuka mata akan kondisi nyata yang dihadapi sebagian masyarakat.
Harapannya, aksi kecil ini dapat menjadi langkah awal untuk perubahan yang lebih besar, serta menggerakkan lebih banyak pihak untuk turut peduli dan berkontribusi dalam upaya kemanusiaan. (Rls)





