Pendidikan

Wah Arya Ajak Mahasiswa Baru ISTNUBA Kenali Potensi Diri dan Bijak Gunakan AI

DENPASAR, lintasbali.com – I Gusti Ngurah Arya Utama Putra atau yang akrab disapa Wah Arya mengajak mahasiswa baru Institut Sains dan Teknologi Nahdlatul Ulama Bali (ISTNUBA) untuk mengenali potensi diri, bijak memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta aktif berorganisasi sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

Pesan tersebut disampaikan Wah Arya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ISTNUBA di Denpasar, Bali, pada 9–11 Oktober 2026.

Dalam sesi materi pengembangan karakter mahasiswa, Wah Arya menekankan bahwa proses pengembangan diri perlu dimulai dengan mengenali minat, bakat, dan kekuatan pribadi.

Pemahaman tersebut dinilai penting agar mahasiswa mampu menentukan arah pengembangan diri sekaligus menyusun target yang ingin dicapai selama menempuh pendidikan tinggi.

“Langkah pertama bagi mahasiswa yang ingin berkembang adalah mengenali potensi diri melalui minat, bakat, dan kekuatan yang dimiliki. Setelah itu, susun rencana mengenai hal-hal yang ingin dicapai ke depan,” ujar Wah Arya, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Bali.

Menurutnya, masa perkuliahan merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk membangun fondasi karakter, meningkatkan kapasitas diri, dan mempersiapkan masa depan. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki tujuan yang jelas serta konsisten menjalankan langkah-langkah untuk mencapainya.

Selain pengembangan potensi diri, Wah Arya menyoroti perkembangan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan atau AI, yang semakin memengaruhi kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia pendidikan.

Teknologi AI dapat membantu mahasiswa mengakses informasi, memahami materi pembelajaran, dan menyelesaikan berbagai pekerjaan dengan lebih efisien. Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan tanggung jawab, kemampuan berpikir kritis, dan pemahaman terhadap batasan penggunaan teknologi.

Wah Arya mengingatkan agar mahasiswa tidak sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya secara tepat untuk menunjang proses belajar dan pengembangan kompetensi.

“Zaman sudah semakin maju dan teknologi semakin modern. Saat ini, kita dihadapkan pada teknologi yang dapat mempermudah kehidupan, salah satunya AI. Namun, sebagai mahasiswa, kalian harus bijak dalam menggunakan teknologi tersebut,” katanya.

Menurutnya, pemanfaatan AI seharusnya menjadi sarana pendukung pembelajaran, bukan pengganti kemampuan berpikir mandiri. Mahasiswa tetap perlu mengembangkan daya analisis, kreativitas, dan kemampuan menyaring informasi agar dapat menggunakan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab.

Wah Arya juga mendorong mahasiswa baru ISTNUBA untuk aktif mengikuti organisasi, baik organisasi internal kampus maupun organisasi eksternal. Menurutnya, pengalaman berorganisasi dapat menjadi pelengkap pembelajaran akademik sekaligus sarana membangun karakter dan keterampilan sosial.

Melalui organisasi, mahasiswa berkesempatan mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, serta memperluas jaringan pertemanan dan profesional. Pengalaman tersebut juga dapat membantu mahasiswa memahami dinamika sosial dan mengembangkan kemampuan beradaptasi.

“Organisasi itu penting, baik di dalam maupun di luar kampus. Ada banyak hal yang bisa kalian dapatkan melalui organisasi, di antaranya jaringan, akses, dan relasi yang mungkin tidak diperoleh hanya dengan belajar di ruang kelas,” ungkapnya.

Ia menilai, keterlibatan dalam organisasi perlu diimbangi dengan kemampuan mengatur waktu dan menjaga tanggung jawab akademik. Dengan demikian, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman yang beragam tanpa mengabaikan tujuan utama menempuh pendidikan tinggi.

Melalui materi yang disampaikan dalam PKKMB ISTNUBA tersebut, Wah Arya berharap mahasiswa baru dapat memanfaatkan masa perkuliahan sebagai momentum untuk bertumbuh, baik secara akademik maupun personal.

Ia mendorong mahasiswa agar tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga memiliki kesadaran untuk mengenali potensi diri, mengembangkan keterampilan, memanfaatkan teknologi secara bijak, dan membangun jejaring melalui kegiatan organisasi.

Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjadi pribadi yang adaptif, kritis, berkarakter, dan siap menghadapi perubahan serta tantangan di masa depan. (LB)

Post ADS 1