News

Ida Bagus Parwata Tegaskan Calon Ketua ICA BPD Bali 2027-2032 Harus Jujur dan Bebas Kepentingan

DENPASAR, lintasbali.com – Pemilihan Ketua ICA (Indonesian Chef Association) BPD Bali periode 2027–2032 memang masih jauh, melalui MUSDA (Musyawarah Daerah) ICA BPD Bali. Namun, berbagai nama mulai muncul kepermukaan yang digadang-gadang bakal menjadi Ketua ICA BPD Bali periode 2027-2032.

Beberapa perhatian pelaku industri kuliner di Bali mulai tertuju pada kriteria ideal sosok pemimpin yang akan menahkodai asosiasi para Chef di Bali ini. Salah satu pandangan datang dari Chef Ida Bagus Parwata, yang pernah memimpin organisasi tersebut pada periode 2007–2012.

Chef Bagus Parwata menegaskan bahwa kualitas utama yang harus dimiliki oleh calon ketua mendatang adalah kejujuran yang tidak bisa ditawar. Menurutnya, integritas merupakan fondasi utama dalam menjaga marwah organisasi profesi seperti ICA BPD Bali.

“Kejujuran adalah nilai dasar yang harus dimiliki seorang pemimpin. Tanpa itu, kepercayaan anggota akan mudah runtuh,” ujarnya di Denpasar pada Senin, 6 April 2026.

Ia menambahkan bahwa pemimpin yang jujur akan mampu menciptakan lingkungan organisasi yang sehat, transparan, dan profesional.

Selain kejujuran, Chef Bagus Parwata juga menyoroti pentingnya independensi. Ia berharap calon ketua yang maju benar-benar bebas dari kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu. Hal ini dianggap penting agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada kepentingan anggota secara menyeluruh.

“Pemimpin organisasi harus berdiri di atas semua kepentingan. Tidak boleh ada agenda tersembunyi. Semua harus terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Meskipun didalamnya sering kali muncul dinamika. Tapi disitulah seninya,” tegasnya.

Selain itu, ia menekankan bahwa proses MUSDA dan pemilihan ketua harus sepenuhnya mengacu pada AD/ART organisasi, serta mengikuti keputusan Munas maupun arahan Presiden ICA apabila terdapat perubahan kebijakan.

Lebih lanjut, Chef Bagus Parwata memaparkan sejumlah kriteria penting yang sebaiknya dimiliki oleh calon ketua, antara lain: 1). Memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat, jujur, dan terbuka; 2). Taat pada AD/ART serta keputusan organisasi; 3). Berpengalaman di bidang kuliner dan organisasi; 4). Memiliki latar belakang pendidikan yang relevan; 5). Aktif berpartisipasi dalam kegiatan ICA, baik di tingkat daerah maupun nasional; 6). Memiliki sertifikasi uji kompetensi, khususnya sebagai tim penguji; 7). Memiliki rekam jejak prestasi, baik di tempat kerja maupun dalam berbagai event kuliner di tingkat daerah, nasional, hingga internasional; 8). Memenuhi batasan usia yang ideal (jika diperlukan).

BACA JUGA:  Muscablub ICA BPC Badung Hasilkan Pemimpin Berkualitas

“Tak kalah penting, calon ketua juga harus mampu merancang program kerja yang jelas dan terarah, baik untuk jangka pendek, menengah, maupun panjang,” tegasnya.

Lebih jauh, ia juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan bagi ICA BPD Bali akan semakin kompleks. Perkembangan industri kuliner yang pesat menuntut pemimpin yang tidak hanya berintegritas, tetapi juga memiliki visi, kemampuan adaptasi, dan semangat inovasi.

Namun demikian, ia menekankan bahwa sehebat apapun visi dan kemampuan seorang calon, semuanya akan menjadi sia-sia jika tidak dibarengi dengan kejujuran dan ketulusan dalam mengabdi.

Menutup pandangannya, Chef Bagus Parwata mengajak seluruh anggota ICA BPD Bali untuk lebih bijak dan selektif dalam menentukan pilihan. Ia berharap proses pemilihan dapat berjalan secara demokratis dan menghasilkan pemimpin yang benar-benar mampu membawa organisasi ke arah yang lebih baik.

“Pilihlah pemimpin yang bersih, jujur, dan bekerja untuk organisasi, bukan untuk kepentingan pribadi,” pungkasnya. (LB)

Post ADS 1