MANGUPURA, lintasbali.com – Kegiatan Kemah Pewarta Pramuka Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Badung Tahun 2026 resmi ditutup setelah berlangsung selama tiga hari di Perkemahan PSG Sibanggede. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Kwarcab Badung dalam meningkatkan kapasitas anggota Pramuka di bidang jurnalistik, literasi digital, dokumentasi, dan publikasi informasi di era digital.
Penutupan kegiatan dilakukan oleh Wakil Ketua Bidang Abdimas, Humas dan Informatika Kwarcab Badung, Kak Gede Wirawan, yang juga bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi saat ini menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi generasi muda untuk berperan sebagai penyampai informasi yang kredibel dan bertanggung jawab.
“Di era digital saat ini, kecepatan penyampaian informasi memang sangat penting. Namun yang lebih utama adalah memastikan setiap informasi yang dipublikasikan tetap akurat, dapat dipertanggungjawabkan, berimbang, serta memberikan manfaat bagi masyarakat. Seorang Pewarta Pramuka harus mampu menjadi sumber informasi yang terpercaya dan membawa nilai-nilai edukatif dalam setiap karya yang dihasilkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kak Gede Wirawan mengingatkan para peserta agar selalu mempertimbangkan dampak dari setiap informasi yang dipublikasikan.
Menurutnya, informasi yang baik tidak hanya menarik untuk dibaca, tetapi juga mampu memberikan edukasi, membangun karakter, serta mendukung kemajuan organisasi dan masyarakat.
“Kami berharap para peserta tidak berhenti pada kegiatan ini saja. Ilmu yang diperoleh selama Kemah Pewarta harus terus diasah dan diterapkan dalam berbagai kegiatan kepramukaan maupun di lingkungan sekolah. Jadilah agen informasi positif yang mampu menginspirasi dan memberikan manfaat bagi banyak orang,” tambahnya.
Selama mengikuti Kemah Pewarta Pramuka, peserta memperoleh pembelajaran mengenai teknik penulisan berita, fotografi dan videografi menggunakan perangkat telepon pintar, manajemen media sosial, kode etik jurnalistik, literasi digital, hingga praktik peliputan langsung melalui simulasi live report.
Seluruh materi dikemas dengan pendekatan 30 persen teori dan 70 persen praktik guna memberikan pengalaman nyata kepada peserta.
Salah satu narasumber kegiatan menegaskan bahwa kemampuan memproduksi konten digital harus diimbangi dengan pemahaman etika jurnalistik dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi.
“Kemampuan membuat konten harus diimbangi dengan pemahaman kode etik jurnalistik dan literasi digital. Seorang Pewarta Pramuka harus mampu memastikan informasi yang disampaikan akurat, berimbang, serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap salah satu narasumber.
Sementara itu, salah seorang peserta, Kak Erawati, mengaku memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru yang sangat bermanfaat selama mengikuti kegiatan.
“Saya belajar banyak tentang cara menulis berita yang baik, mengambil foto dan video yang menarik menggunakan smartphone, serta mengelola media sosial secara positif. Pengalaman praktik langsung menjadi reporter merupakan hal yang paling berkesan bagi saya karena memberikan gambaran nyata tentang proses peliputan di lapangan,” ujarnya.
Melalui Kemah Pewarta Pramuka Tahun 2026, Kwarcab Badung berharap lahir generasi Pewarta Pramuka yang kreatif, adaptif, serta memiliki kemampuan jurnalistik dan literasi digital yang baik.
Ke depan, para peserta diharapkan mampu mendukung publikasi kegiatan Gerakan Pramuka mulai dari tingkat Gugus Depan, Kwartir Ranting, hingga Kwartir Cabang sehingga berbagai program dan kontribusi Gerakan Pramuka dapat tersampaikan secara luas kepada masyarakat.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, Kwarcab Badung optimistis akan semakin banyak lahir Pewarta Pramuka yang mampu menjadi agen informasi positif, penggerak literasi digital, serta duta publikasi Gerakan Pramuka yang profesional, akurat, dan bertanggung jawab. (LB)





