DENPASAR, lintasbali.com – Dalam kehidupan spiritual umat Hindu Bali, Banten Isuh-Isuh merupakan salah satu sarana upakara yang memiliki makna mendalam sebagai simbol penyucian diri.
Melalui rangkaian unsur yang terkandung di dalamnya, banten ini digunakan untuk membersihkan diri dari pengaruh negatif, baik secara lahir maupun batin.
Prosesi Isuh-Isuh tidak hanya menjadi bentuk ritual pembersihan, tetapi juga pengingat akan pentingnya menjaga kesucian pikiran, perkataan, dan perbuatan agar senantiasa selaras dengan nilai-nilai dharma.
Setiap sarana yang digunakan memiliki filosofi tersendiri yang melambangkan perlindungan, keseimbangan, kemakmuran, serta keharmonisan antara manusia dengan alam dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
ISI BANTEN ISUH-ISUH
TELUR AYAM – Melambangkan Purusha (jiwa/roh) dan Pradhana (materi) yang menjadi benih kehidupan. Telur juga merupakan simbol kekuatan kesucian.
DAUN-DAUNAN (DADAP, TULAK, SISIH) – Dikat bersama, melambangkan kesembuhan, keteduhan, dan perlindungan dari alam semesta.
SABET (JANUR) – Alat untuk mengibaskan/mengusap energi negatif saat prosesi isuh-isuh.
BERAS KUNING – Melambangkan kemakmuran, kesuburan, dan kesejahteraan.
KAPAS – Lambang kesucian dan kemurnian hati serta pikiran.
BOREH MIIK SISIH /JAJA NGINA METUNU – Lambang keseimbangan, penetralisir energi negatif dan pelengkap upakara.
MINYAK WANGI – Sebagai sarana penyucian dan memberikan keharuman serta ketenangan batin.
UANG KEPENG – Simbol kemakmuran, kelancaran rezeki, dan kesejahteraan.
MAKNA ISUH-ISUH – Secara umum, isuh-isuh berasal dari kata. dasar isuh yang berarti membersihkan atau mengusap. Banten ini bermakna simbolis untuk membersihkan kotoran (mala) dan menghilangkan pengaruh energi negatif (leteh atau bhuta kala) yang melekat pada diri seseorang, sehingga kembali suci.
CARA PENGGUNAAN
Oleh Pemangku atau Pinandita, sarana dedaunan dan telur diusap-usapkan secara perlahan ke seluruh tubuh umat yang diupacarai, diiringi doa dan mantra pembersihan agar pikiran, perkataan, dan perbuatan kembali bersih (metirta).
TUJUAN
Membersihkan diri secara lahir dan batin, menolak pengaruh negatif, serta memohon perlindungan dan kesucian dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
***





