News

Pegadaian Kembali Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Desa Adat Sade

LOMBOK TENGAH, lintasbali.com – PT Pegadaian (Persero) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak musibah. Kali ini, bantuan disalurkan kepada korban kebakaran di Desa Adat Sade, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.

Bantuan tersebut disalurkan melalui PT Pegadaian (Persero) Kanwil Bali Nusra dan PT Pegadaian (Persero) Area Ampenan sebagai bentuk kepedulian serta dukungan perusahaan terhadap masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit pascakebakaran.

Sejak musibah kebakaran terjadi, Pegadaian bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan tahap pertama berupa sembako serta sejumlah sarana dan prasarana yang dibutuhkan warga dalam kondisi darurat.

Bantuan awal tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak, terutama warga yang kehilangan tempat tinggal dan sejumlah barang akibat kebakaran.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil Bali Nusra, Edy Purwanto, mengatakan bantuan disalurkan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Sesaat setelah musibah kebakaran terjadi, kami langsung berupaya memberikan bantuan tahap pertama berupa sembako serta sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat. Ini merupakan bentuk kepedulian PT Pegadaian (Persero) untuk hadir dan membantu masyarakat yang sedang menghadapi musibah,” ujar Edy Purwanto.

Menurut Edy, dukungan kepada masyarakat terdampak tidak berhenti pada bantuan tahap pertama. Pegadaian juga menyiapkan bantuan tahap kedua yang akan difokuskan pada kebutuhan logistik warga selama masa pemulihan.

“Untuk tahap berikutnya, kami akan kembali menyalurkan bantuan logistik seperti sembako dan kebutuhan lainnya. Bantuan tahap kedua ini kami siapkan untuk melanjutkan dukungan kepada masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan selama masa pemulihan,” jelasnya.

Pegadaian Pastikan Bantuan Sesuai Kebutuhan Warga

Sementara itu, Deputi Bisnis PT Pegadaian (Persero) Area Ampenan, Taufan Nugroho, mengatakan penyaluran bantuan secara bertahap merupakan bagian dari komitmen Pegadaian untuk terus mendampingi masyarakat terdampak.

“Kami berupaya memastikan bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Setelah bantuan tahap pertama disalurkan sesaat setelah kejadian, kami kembali berkoordinasi untuk memberikan bantuan tahap berikutnya sesuai dengan kebutuhan warga terdampak,” ungkap Taufan.

Ia menjelaskan, kebutuhan masyarakat pascabencana tidak hanya muncul pada saat awal kejadian. Kebutuhan tersebut dapat terus berlanjut selama masa tanggap darurat hingga proses pemulihan.

Karena itu, Pegadaian berupaya memberikan dukungan secara berkelanjutan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Penyaluran bantuan bagi korban kebakaran Desa Adat Sade ini merupakan bagian dari Program Pegadaian Peduli, sebagai wujud kepedulian sosial perusahaan terhadap masyarakat di wilayah kerja Pegadaian.

Melalui bantuan tersebut, Pegadaian berharap dapat meringankan beban warga terdampak sekaligus membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa pemulihan pascakebakaran.

Pegadaian Kanwil Bali Nusra melalui Area Ampenan juga akan terus memantau kondisi masyarakat terdampak dan berkoordinasi untuk melihat kebutuhan lanjutan yang diperlukan warga.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pegadaian untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya ketika warga menghadapi kondisi darurat dan membutuhkan dukungan untuk bangkit kembali. (Rls)

Post ADS 1