DENPASAR, lintasbali.com – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Bali menggelar Rapat Koordinasi dan Teknis (RAKONNIS) Bidang Satuan Karya (Saka) dan Satuan Komunitas (Sako) Tahun 2026 di Aula Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Kamis, 24 September 2026.
Kegiatan tersebut diikuti 62 peserta yang terdiri atas jajaran Kwarda Bali, pimpinan 14 Saka dan Sako tingkat daerah, serta utusan dari sembilan Kwartir Cabang (Kwarcab) se-Bali.
Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Bali, Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si. (Cok Ace), menegaskan bahwa Saka dan Sako memiliki peran penting dalam pembinaan karakter sekaligus pengembangan keterampilan praktis bagi Pramuka Penegak dan Pandega.
Mengusung tema “Sinergitas Saka dan Sako se-Bali: Menguatkan Keterampilan, Membangun Karakter, Terdepan dalam Bakti”, RAKONNIS menjadi momentum untuk menyelaraskan program pembinaan generasi muda dengan semangat kearifan lokal dan nilai-nilai Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
“Saka tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan dan keterlibatan aktif dari instansi teknis terkait. Melalui RAKONNIS ini, kita susun kalender kegiatan yang terintegrasi antara Kwarda dan sembilan Kwarcab se-Bali agar lebih efisien dan memiliki instrumen evaluasi yang jelas,” ujar Cok Ace saat membuka kegiatan.
Pramuka Didorong Ambil Peran dalam Pariwisata Berkelanjutan
Dukungan terhadap kegiatan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya. Ia mengapresiasi peran Pramuka sebagai agent of change yang dapat berkontribusi dalam mengedukasi wisatawan mengenai etika berwisata, pelestarian budaya, serta kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Menurutnya, keberadaan Saka Pariwisata dan Saka Kalpataru dapat menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan pariwisata Bali yang berkelanjutan, berbasis budaya, dan ramah lingkungan (green tourism).
“Anggota Saka Pariwisata dan Saka Kalpataru dapat mengambil peran nyata dalam mengawal pariwisata Bali yang berkelanjutan, berbasis budaya, dan ramah lingkungan melalui aksi edukasi serta bakti lingkungan,” tutur Sumarajaya.
Tiga Kesepakatan Strategis RAKONNIS SAKOMA 2026
Pada sesi penutupan, Wakil Ketua Bidang SAKOMA Kwarda Bali, Dr. Ir. I Komang Agusjaya Mataram, M.Kes., menyampaikan Berita Acara Kesepakatan Bersama yang dihasilkan melalui pembahasan dan koordinasi peserta dari sembilan kabupaten/kota se-Bali.
Tiga poin strategis yang disepakati meliputi:
1. Audiensi lintassektoral – Kwarda Bali akan melakukan audiensi dengan 14 pimpinan instansi pengampu Saka. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan sarana dan prasarana serta dukungan terhadap program pembinaan masing-masing Saka.
2. Monitoring dan evaluasi terpadu – Kwarda Bali akan menerapkan instrumen standardisasi serta melaksanakan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap sembilan Kwarcab se-Bali. Kegiatan ini diarahkan untuk memetakan tingkat keaktifan pangkalan sekaligus memastikan legalitas kepengurusan dapat terpantau secara objektif.
3. Pitaran instruktur di Margarana – Kwarda Bali juga menyepakati pelaksanaan pembekalan Pitaran Instruktur Saka/Sako selama tiga hari dua malam di Margarana. Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas sekaligus menyamakan persepsi para pamong dan instruktur dalam menjalankan pembinaan.
RAKONNIS SAKOMA Tahun 2026 yang diketuai Rudianto tersebut ditutup secara resmi pada pukul 16.30 WITA.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara Kwarda, Kwarcab, Saka, dan Sako di Bali, sekaligus membangun langkah pembinaan yang lebih terarah dan terintegrasi dalam mendukung peran Pramuka di tengah masyarakat. (Rls)





