News

Pramuka Peduli Kwarda Bali Hadiri Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana Provinsi Bali 2026

BALI, lintasbali.com – Pramuka Peduli Kwartir Daerah (Kwarda) Bali menghadiri rangkaian Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Provinsi Bali Tahun 2026 yang mengusung tema “Ngariksa Bumi Nusantara dalam Bali Era Baru: Hijau, Tangguh, Sejahtera.”

Keikutsertaan Pramuka Peduli Kwarda Bali dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Gerakan Pramuka dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana, sekaligus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dalam membangun masyarakat Bali yang tangguh menghadapi bencana.

Ketua Pramuka Peduli Kwarda Bali, Kak Gede Wira, menyampaikan bahwa Pramuka Peduli merupakan bagian dari Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Bali. Karena itu, keterlibatan Pramuka dalam agenda PRB menjadi bagian penting dari kontribusi generasi muda dan relawan dalam membangun budaya sadar bencana.

“Pramuka Peduli Kwarda Bali merupakan bagian dari Forum Pengurangan Risiko Bencana Provinsi Bali. Kami memiliki komitmen untuk terus mengambil bagian dalam edukasi, mitigasi, kesiapsiagaan, hingga aksi kemanusiaan ketika terjadi bencana,” ujar Kak Gede Wira.

Menurutnya, pengurangan risiko bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan, relawan, dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat secara luas.

Momentum Membangun Budaya Sadar Bencana Bulan Pengurangan Risiko Bencana merupakan kampanye nasional tahunan yang diselenggarakan setiap bulan Oktober. Momentum tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran, kesiapsiagaan, serta kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.

Pengurangan Risiko Bencana merupakan serangkaian upaya yang dilakukan secara sistematis untuk mengenali dan menganalisis risiko serta mengurangi dampak bencana terhadap kehidupan masyarakat.

Peringatan Bulan PRB telah menjadi agenda nasional yang dilaksanakan setiap tahun sejak 2013. Pelaksanaannya menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan dan pengurangan risiko bencana sekaligus meningkatkan kapasitas pemerintah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan.

Bagi Pramuka Peduli Kwarda Bali, momentum Bulan PRB 2026 juga menjadi ruang untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi dalam bidang kebencanaan, lingkungan hidup, kemanusiaan, serta pemberdayaan masyarakat.

Pramuka Dorong Kesiapsiagaan dari Tingkat Masyarakat

Kak Gede Wira menegaskan bahwa edukasi kebencanaan perlu dilakukan secara berkelanjutan dan dimulai dari lingkungan terdekat masyarakat.

“Budaya sadar bencana harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Pramuka memiliki jaringan sampai ke tingkat gugus depan dan satuan karya, sehingga memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari edukasi kesiapsiagaan bencana di masyarakat,” katanya.

Peringatan Bulan PRB Provinsi Bali Tahun 2026 diharapkan menjadi sarana untuk memperluas informasi dan edukasi mengenai mitigasi, kesiapsiagaan, dan adaptasi terhadap bencana.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, FPRB, Pramuka Peduli, relawan, komunitas, akademisi, dunia usaha, serta masyarakat, upaya pengurangan risiko bencana diharapkan semakin kuat dan berkelanjutan.
Tema “Ngariksa Bumi Nusantara dalam Bali Era Baru: Hijau, Tangguh, Sejahtera” juga menjadi pengingat bahwa membangun Bali yang tangguh terhadap bencana perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan dan memperkuat ketahanan masyarakat.

Pramuka Peduli Kwarda Bali siap mengambil bagian dalam membangun budaya sadar bencana, memperkuat kesiapsiagaan masyarakat, serta menumbuhkan semangat gotong royong untuk Bali yang hijau, tangguh, dan sejahtera. (Rls)

Post ADS 1