DENPASAR, lintasbali.com — Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Daerah Bali memfasilitasi Pramuka Penegak dan Pandega dari berbagai wilayah di Bali untuk mengikuti pembukaan Jamboree On The Air (JOTA) dan Jamboree On The Internet (JOTI) Nasional. Kegiatan ini dipusatkan di Sekretariat ORARI Daerah Bali dan diikuti secara daring melalui Zoom Meeting serta siaran langsung YouTube.
Pembukaan JOTA-JOTI Nasional dilaksanakan secara serentak pada pukul 15.00 WIB dan dibuka oleh Ketua Kwartir Nasional (Ka Kwarnas) Gerakan Pramuka melalui konferensi video.
Momentum ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk mengikuti pembukaan kegiatan jambore sekaligus mengenal lebih dekat pemanfaatan teknologi komunikasi radio dan internet dalam kegiatan kepramukaan.
Peserta yang mengikuti kegiatan di Sekretariat ORARI Daerah Bali merupakan Pramuka Penegak dan Pandega dari pangkalan atau gugus depan yang belum menyelenggarakan kegiatan JOTA-JOTI secara mandiri di wilayah masing-masing.
Ketua ORARI Daerah Bali, I Gusti Ngurah Agung, S.H., dengan callsign YB9AG, menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut. Kehadiran ORARI Daerah Bali merupakan bagian dari dukungan terhadap kegiatan kepramukaan, khususnya dalam memperkenalkan komunikasi radio amatir sebagai sarana komunikasi, pembelajaran teknologi, dan pengembangan wawasan generasi muda.
JOTA-JOTI merupakan kegiatan jambore internasional yang menghubungkan anggota Pramuka melalui komunikasi radio amatir dan internet.
Melalui kegiatan ini, peserta berkesempatan mengenal teknologi komunikasi, memperluas pertemanan lintas wilayah, serta membangun semangat persaudaraan dan kolaborasi di era digital.
Fasilitasi yang dilaksanakan di Sekretariat ORARI Daerah Bali diharapkan dapat membuka akses partisipasi yang lebih luas bagi Pramuka Penegak dan Pandega, termasuk mereka yang belum dapat menyelenggarakan JOTA-JOTI secara mandiri di pangkalan masing-masing.
Melalui kolaborasi antara ORARI dan Gerakan Pramuka, kegiatan JOTA-JOTI diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertemuan dan komunikasi, tetapi juga sarana edukasi bagi generasi muda untuk memahami peran komunikasi radio dalam mendukung konektivitas, pertukaran informasi, dan pengembangan keterampilan teknologi. (LB)





