Event

Bali Kite Festival ke-48 Resmi Dibuka, 1.077 Layangan Sukses Mengudara

DENPASAR, lintasbali.com – Festival layang-layang terbesar dan paling bergengsi di Bali, Bali Kite Festival ke-48 Tahun 2026, resmi dibuka pada Minggu, 7 Juli 2026 bertempat di Pantai Padanggalak, Desa Adat Kesiman, Denpasar Timur.

Mengusung tema “Atma Kerti: Sukma Shanti Jagadhita”, festival ini menjadi simbol pelestarian tradisi, kreativitas masyarakat, serta wujud syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa melalui seni budaya layang-layang khas Bali.

Pembukaan festival dilakukan secara resmi oleh Ida Bagus Alit Suryana, S.Ag., M.Si mewakili Wakil Gubernur Bali yang ditandai dengan penerbangan Layangan Pelangi Bali, yang disambut antusias oleh ribuan peserta dan masyarakat yang memadati kawasan Pantai Padanggalak.

Tahun ini, Bali Kite Festival melombakan berbagai jenis layangan tradisional khas Bali, yakni Bebean, Pecukan, Janggan, dan Janggan Buntut. Selain itu, panitia juga melombakan kategori Bebean Big Size dan Janggan Buntut Big Size, yang menjadi daya tarik tersendiri karena ukuran yang besar dan tingkat kesulitan dalam proses pembuatannya.

Selama dua hari pelaksanaan, sejak Sabtu, 6 Juni hingga Minggu, 7 Juni 2026, tercatat sebanyak 1.077 layangan ambil bagian dalam festival. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya antusiasme para sekaa layangan dari berbagai daerah di Bali untuk berpartisipasi dalam ajang budaya tahunan ini.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali menegaskan pentingnya menjaga warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun kepada generasi muda.

“Bali Kite Festival bukan sekadar perlombaan layang-layang, tetapi juga ruang pelestarian nilai-nilai budaya, kreativitas, dan kebersamaan masyarakat Bali. Melalui tema Atma Kerti: Sukma Shanti Jagadhita, kita diajak untuk membangun keharmonisan jiwa demi terciptanya kedamaian dan kesejahteraan bersama,” ujar Ida Bagus Alit Suryana.

Sementara itu, Ketua Panitia Bali Kite Festival ke-48 Tahun 2026, I Wayan Sukarsa, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, sponsor, serta masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya festival tersebut.

“Partisipasi 1.077 layangan dalam dua hari pelaksanaan menunjukkan bahwa tradisi layang-layang Bali tetap hidup dan dicintai masyarakat. Kami berharap Bali Kite Festival terus menjadi wadah pelestarian budaya sekaligus memperkuat persaudaraan antarsekaa layangan di Bali,” kata I Wayan Sukarsa.

Bali Kite Festival tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga perayaan budaya yang memperlihatkan kekayaan tradisi Bali kepada masyarakat luas dan wisatawan sebagai salah satu agenda budaya unggulan di Pulau Dewata.

Melalui semangat “Atma Kerti: Sukma Shanti Jagadhita”, Bali Kite Festival ke-48 Tahun 2026 diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, budaya, dan alam demi terwujudnya kehidupan yang harmonis dan sejahtera. (LB/Arie)

Post ADS 1