Seputar Bali

Disparekraf NTT Adakan Pelatihan Local Champion Desa Wisata di Bali

GIANYAR, lintasbali.com – Sebanyak 30 peserta pelatihan Local Champion Desa Wisata dari 22 kabupaten/kota se-Provinsi Nusa Tenggara Timur mengikuti kegiatan yang diselenggarakan di Desa Wisata Taro, Kec Tegalalang, Kab Gianyar, Provinsi Bali. Berlangsung selama 7 hari pada 1-8 Desember 2025, kedatangan tim dipimpin Kabid SDP Disparekraf Provinsi NTT, Mathias M. Beeh, SST.Par.,MM.

Menurut narasumber utama pelatihan, I Ketut Swabawa, tujuan pelatihan ini adalah untuk menyiapkan SDM di desa wisata agar lebih siap dalam mengelola potensi dan kompeten sebagai pemandu wisata.

“Pelatihan ini berbasis SKKNI dengan level III sebagai syarat dinyatakan kompeten sebagai pemandu wisata. Jadi setelah pelatihan akan dilanjutkan dengan sertifikasi kompetensi yang diselenggarakan bekerjasama dengan LSP Parindo,” kata Swabawa yang juga master trainer pengembangan desa wisata di tanah air.

Wabup dan Kadispar Karangasem dampingi Dukuh Penaban dan Samsara Living Museum menerima awards dr Kemenpar semalam, tampak dlm photo bersama wamenpar Luh Puspa

Terdapat 11 modules utama yang dibawakan olehnya untuk memenuhi kompetensi umum, kompetensi teknis dam kompetensi pendukung seorang pemandu wisata.

“Dalam beberapa kali kunjungan ke NTT kami melihat memang potensi wisata di sana sangat luar biasa baik alam maupun budayanya. Untuk itu kami mengapresiasi program Disparekraf NTT ini untuk meningkatkan kapasitas SDM desa wisata agar mampu menjadi local champion yang kompeten. Sehingga potensi yang dimiliki dapar dikelola dengan baik untuk pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan pelestariannya,” imbuh pria yang juga sebagai pendamping desa wisata Taro sejak tahun 2020.

Dalam sambutan Kadisparekraf NTT yang dibacakan Kabid SDP menyerukan kepada seluruh peserta agar mengikuti kegiatan dengan baik sehingga nanti mampu membangun daerahnya masing-masing secara optimal.

BACA JUGA:  Bangkitkan Pariwisata Bali, UHA Jalin Sinergi dengan BBTF

“Kami dari pemerintah provinsi berharap di tahun 2026 mendatang seluruh peserta telah memiliki program tindak lanjut sesuai potensi wilayah masing-masing. Sehingga tercipta sumber baru pertumbuhan ekonomi dalam kepariwisataan melalui pengembangan pariwisata berbasis masyarakat atau CBT sesuai prinsip keberlanjutan,” kata Kabid SDP.

Perbekel Desa Taro menyampaikan terima kasih kepada Pemprov NTT atas kepercayaannya untuk memilih Desa Wisata Taro sebagai lokasi kegiatan ini.

“Sebelumnya kami telah menerima banyak kunjungan dari berbagai daerah baik untuk visitasi, studi komparasi dan tiru maupun pelatihan seperti ini. Mari bersama-sama dalam semangat kolaborasi memajukan desa kita masing-masing. Desa Taro selalu siap untuk bekerjasama untuk kebaikan dan kemajuan bersama,” kata I Wayan Warka, Perbekel Desa Taro yang penuh semangat didampingi Ketua Pengelola Desa Wisata Taro I Wayan Gede Ardika, SE.

Desa wisata Taro telah berhasil meraih berbagai penghargaan, predikat juara maupun kemitraan stratagis baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional.

Berikut daftar pemenang wonderful Indonesia Awards 2025 kategori Desa Wisata Berbasis Budaya

Juara 1 – Desa Wisata Dukuh Penaban, Kabupaten Karangasem, Bali.

Juara 2 – Desa Wisata Koto Gadang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Juara 3 – Desa Wisata Batu Suli, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

Juara Harapan 1 – Kampung Wisata Nanggouw, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya

Juara Harapan 2 – Desa Wisata Sendangasri, Kabupaten Rembang Jawa Tengah

Juara Harapan 3 – Kampung Wisata Pecinan Glodok, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Jakarta

Juara Harapan 4 – Kampung Wisata Pringgondani, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Post ADS 1