News

Ketua Kwarcab Pramuka Denpasar Buka Lomba Keterampilan Kepramukaan

DENPASAR, lintasbali.com – Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, SE., MM secara resmi membuka Lomba Budaya dan Keterampilan Kepramukaan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, Selasa, 1 September 2026. Lomba diikuti anggota Pramuka dari berbagai golongan, mulai Siaga, Penggalang, Penegak hingga Pandega.

Lomba tersebut menjadi bagian dari Bulan Bakti Pramuka ke-65 yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga diarahkan untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan dan sportivitas sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal.

Dalam sambutannya, Arya Wibawa menegaskan bahwa rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65 harus memberikan dampak nyata dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Menurutnya, berbagai kegiatan yang digelar Kwarcab Denpasar diarahkan untuk menanamkan nilai ketakwaan, kepedulian, gotong royong, kemanusiaan, pelestarian budaya, kreativitas dan pengabdian kepada masyarakat.

“Rangkaian kegiatan yang telah dan akan kita laksanakan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial dalam memperingati Hari Pramuka, tetapi benar-benar kita arahkan sebagai sebuah gerakan untuk menanamkan nilai-nilai ketakwaan, kepedulian, gotong royong, kemanusiaan, pelestarian budaya, kreativitas, serta pengabdian kepada masyarakat,” ujar Arya Wibawa.

Semangat tersebut sebelumnya diwujudkan melalui sejumlah kegiatan Bulan Bakti Pramuka. Rangkaian kegiatan diawali dengan Tirtayatra ke Pura Agung Jagatnatha, kemudian dilanjutkan Gerakan Bersih-Bersih Serentak (GEBER) di empat lokasi yang melibatkan Kwartir Ranting se-Kota Denpasar.

Kwarcab Denpasar juga menggelar bakti sosial di Panti Asuhan Tat Twam Asi serta Gebyar Donor Darah (GEDOR) dengan target pengumpulan 83 kantong darah. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial dan semangat kemanusiaan anggota Pramuka.

Arya Wibawa mengingatkan peserta agar tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan dalam mengikuti lomba.

Ia menilai pengalaman, kerja sama, kreativitas, keberanian tampil dan kemampuan membangun persahabatan jauh lebih penting dalam proses pembinaan anggota Pramuka.

“Menang adalah prestasi, tetapi berani tampil, berani mencoba, dan berani memberikan yang terbaik adalah sebuah keberanian yang patut diapresiasi. Jangan takut kalah, karena dari kekalahan kita belajar. Jangan cepat puas ketika menang, karena kemenangan harus menjadi motivasi untuk terus berkembang,” imbuhnya.

Ia juga meminta seluruh peserta menjaga persaudaraan selama kompetisi berlangsung.

“Kita boleh berbeda Gugusdepan, berbeda Kwartir Ranting, berbeda sekolah, dan berbeda kemampuan, tetapi kita tetap satu keluarga besar Gerakan Pramuka,” pintanya.

Pesan tersebut sejalan dengan semangat pembinaan Pramuka di Kota Denpasar yang menempatkan kegiatan kepramukaan sebagai ruang pembentukan karakter, kepemimpinan dan keterampilan generasi muda.

Pembukaan lomba tersebut menjadi bagian dari rangkaian menuju puncak peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung Rabu, 2 September 2026.

Ketua Panitia, I Putu Ariek Putra Wijaya Kusuma, mengatakan Lomba Budaya dan Keterampilan Kepramukaan disiapkan sebagai ruang bagi anggota Pramuka untuk menunjukkan kemampuan sekaligus belajar melalui proses kompetisi.

Menurut Ariek, perpaduan antara keterampilan kepramukaan dan budaya lokal menjadi salah satu pesan utama kegiatan tahun ini. Peserta diharapkan tidak hanya menguasai keterampilan kepramukaan, tetapi juga mengenal, mencintai dan ikut melestarikan budaya daerah.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan ruang kepada adik-adik Pramuka untuk berkreasi, mengembangkan keterampilan, sekaligus mengenal dan mencintai budaya daerah. Yang terpenting bukan hanya siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana seluruh peserta mendapatkan pengalaman, membangun persahabatan dan menjunjung tinggi sportivitas,” paparnya. (Red/AR)

Post ADS 1