Pendidikan

Mahasiswa Prancis & ITB STIKOM Bali Dorong Transformasi Desa Digital di Punggul Badung

MANGUPURA, lintasbali.com – Kolaborasi internasional kembali digelorakan oleh ITB STIKOM Bali bersama mahasiswa asal Polytech Montpellier. Melalui program internship, empat mahasiswa dari Prancis melakukan kunjungan lapangan ke Desa Punggul pada Senin, 4 Mei 2026.

Kunjungan ini bertujuan menggali berbagai potensi sekaligus tantangan dalam pengembangan desa berbasis digital. Desa Punggul dipilih sebagai case study karena dinilai telah memulai langkah digitalisasi, khususnya dalam mendukung tata kelola administrasi desa sehari-hari.

Supervisor internship dari ITB STIKOM Bali, Yudi Agusta, Ph.D., menjelaskan bahwa terdapat empat aspek utama yang menjadi fokus diskusi dalam pengembangan desa digital.

“Aspek tersebut meliputi pengelolaan keuangan dana komunitas, keamanan sistem desa, manajemen pengetahuan desa, serta pengembangan sistem otomatis,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, pengelolaan keuangan dana komunitas di tingkat banjar saat ini masih dilakukan secara manual. Sementara itu, dari sisi keamanan sistem, Desa Punggul dinilai sudah cukup baik dengan pemantauan rutin yang dilakukan setiap minggu serta pengelolaan data yang relatif optimal.

Namun demikian, masih terdapat ruang pengembangan, terutama dalam penyediaan sistem pengetahuan desa yang terintegrasi serta penerapan sistem otomatis untuk mendukung efisiensi layanan.

“Dua aspek ini belum optimal dan menjadi peluang besar untuk dikembangkan ke depan,” tambah Yudi.

Berdasarkan hasil observasi tersebut, keempat mahasiswa internship akan melanjutkan penelitian dan pengembangan hingga akhir masa program pada 10 Agustus 2026.

Perbekel Desa Punggul, Kadek Sukarma, menyambut positif kolaborasi ini. Ia menilai kerja sama internasional tersebut mampu memberikan perspektif baru dalam merancang konsep desa digital yang berkelanjutan.

“Kerja sama ini sangat membantu kami dalam merumuskan ide-ide inovatif untuk pengembangan Desa Digital ke depan,” ujarnya.

Sebagai institusi pendidikan berbasis teknologi, ITB STIKOM Bali terus mendorong internasionalisasi melalui berbagai program strategis.

BACA JUGA:  Ubud Hotels Association Gelar Workshop Human Resource

Di antaranya adalah penerimaan mahasiswa asing, program double degree bersama perguruan tinggi di Malaysia dan Tiongkok, serta program pertukaran budaya seperti Bali Cross Cultural Program (BCCP) dan Global Cross Cultural Program (GCCP).

Selain itu, kampus ini juga menyiapkan berbagai inisiatif global, seperti program kerja di Jepang melalui Hi-Think, Language Learning Center untuk peningkatan kompetensi bahasa asing, hingga peluang magang berbayar di luar negeri.

Program internship ini diharapkan tidak hanya memperkuat jejaring internasional ITB STIKOM Bali, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam percepatan transformasi digital di tingkat desa. (Rls)

Post ADS 1