DENPASAR, lintasbali.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan kelistrikan yang andal, aman, dan responsif melalui sinergi antara kearifan budaya lokal dan pemanfaatan teknologi digital.
Komitmen tersebut mengemuka dalam talkshow bertajuk “Akulturasi Budaya dan Teknologi dalam Peningkatan Pelayanan dan Keselamatan Ketenagalistrikan” yang menghadirkan Manager K3L dan Keamanan PLN UID Bali, I Made Ariana, S.H., M.H., serta Petajuh Bendesa Agung Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Ida Bagus Purwa Sidemen, S.Ag., M.Si.
Dalam kesempatan tersebut, I Made Ariana menjelaskan bahwa listrik memiliki peran yang sangat vital dalam mendukung berbagai aktivitas adat dan keagamaan masyarakat Bali.
Pada momen hari raya dan upacara keagamaan, kebutuhan listrik masyarakat meningkat secara signifikan sehingga PLN secara rutin menyiapkan layanan siaga khusus guna memastikan keandalan pasokan listrik tetap terjaga.
“PLN menempatkan keandalan pasokan listrik sebagai prioritas utama, khususnya saat pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan. Kami meningkatkan kesiapan operasional, mengoptimalkan personel dan peralatan, serta menyiagakan petugas selama 24 jam untuk mengantisipasi dan menangani potensi gangguan secara cepat,” ujar Ariana.
Selain memperkuat kesiapan operasional, PLN juga terus mengembangkan layanan berbasis teknologi digital untuk mempercepat respons terhadap kebutuhan pelanggan.
Masyarakat kini dapat melaporkan gangguan kelistrikan melalui berbagai kanal layanan digital yang tersedia. PLN juga membangun sistem koordinasi yang melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta perangkat desa melalui grup komunikasi khusus guna mempercepat alur informasi dan penanganan gangguan di lapangan.
Ariana mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan penanganan gangguan listrik secara mandiri karena berisiko membahayakan keselamatan.
Menurutnya, setiap potensi gangguan sebaiknya segera dilaporkan kepada PLN agar dapat ditangani oleh petugas yang kompeten dan sesuai prosedur keselamatan ketenagalistrikan.
Sementara itu, Ida Bagus Purwa Sidemen menegaskan bahwa listrik telah menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan berbagai kegiatan adat di Bali. Berbagai sarana pendukung upacara seperti penerangan, sistem tata suara, hingga peralatan penunjang lainnya sangat bergantung pada ketersediaan pasokan listrik yang andal.
“Keberadaan PLN memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran kegiatan adat dan keagamaan masyarakat Bali. Saat ini desa adat juga merasakan semakin mudahnya akses terhadap layanan PLN, baik dalam penyampaian informasi maupun pelaporan gangguan,” ungkapnya.
Menurut Purwa Sidemen, para Bendesa Adat kini telah memahami mekanisme pelaporan gangguan dan aktif berkoordinasi melalui kanal komunikasi yang dibangun bersama PLN.
Kolaborasi tersebut memungkinkan setiap laporan masyarakat dapat diterima dan ditindaklanjuti lebih cepat sehingga pelayanan menjadi semakin efektif.
Dalam diskusi tersebut juga dibahas mengenai batas kewenangan PLN terhadap instalasi listrik pelanggan. PLN menjelaskan bahwa tanggung jawab perusahaan mencakup jaringan dan instalasi kelistrikan hingga titik tertentu sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara instalasi listrik setelah kWh meter menjadi tanggung jawab pemilik bangunan atau pelanggan. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan secara berkala memastikan kondisi instalasi listrik rumah tangga tetap aman dan sesuai standar.
Aspek keselamatan ketenagalistrikan juga menjadi perhatian penting dalam pelaksanaan kegiatan adat, khususnya terkait pemasangan penjor maupun pembangunan sarana keagamaan yang berada di sekitar jaringan listrik.
PLN mengajak masyarakat untuk selalu berkoordinasi sebelum melakukan pemasangan atau pembangunan di dekat jaringan listrik guna mencegah potensi bahaya serta gangguan pasokan listrik.
Melalui komunikasi yang baik antara PLN dan masyarakat adat, berbagai kegiatan budaya dapat tetap berlangsung dengan aman tanpa mengabaikan aspek keselamatan ketenagalistrikan.
Sinergi ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara modernisasi layanan berbasis teknologi dengan pelestarian nilai-nilai budaya Bali.
Talkshow ini menegaskan bahwa keberhasilan pelayanan ketenagalistrikan di Bali tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan kesiapan operasional PLN, tetapi juga oleh partisipasi aktif masyarakat serta dukungan lembaga adat.
Kolaborasi yang erat antara PLN, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat adat menjadi fondasi penting dalam menjaga keandalan listrik sekaligus mendukung pelestarian budaya Bali secara aman, nyaman, dan berkelanjutan. (LB/Sudar)





